Selasa, 29 November 2011

rencana pelaksanaan pembelajaran




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
PERPINDAHAN KALOR
Satuan Pendidikan          : SMA
Mata Pelajaran                 : Fisika
Kelas / Semester              : X / II
Pokok Bahasan                 : Suhu, Kalor dan Perpindahannya
Subpokok Bahasan          : Perpindahan Kalor
Alokasi Waktu                   : 1 x 45 menit

I.                   Standar Kompetensi
4. Menerapkan konsep kalor dan prinsip konservasi energi pada berbagai perubahan energi
II.                 Kompetensi  Dasar
4.2 Menganalisis cara perpindahan kalor
III.              Indikator
1.       Kognitif
a.       Produk
1)      Menjelaskan perbedaan proses perpindahan kalor secara konduksi, konveksi dan radiasi
2)      Menjelaskan peristiwa dan contoh perpindahan kalor secara konduksi, konveksi dan radiasi dalam kehidupan sehari-hari
b.      Proses
1)      Menganalisis proses perpindahan kalor secara konduksi, kinveksi dan radiasi (melalui mengamati, merumuskan masalah, dan menyimpulkan hasil analisis)
2.       Psikomotor
1)      Membaca skala termometer untuk mengukur suhu
2)      Melakukan percobaan berdasarkan metode ilmiah yang meliputi merumuskan masalah, menyusun hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, menguji hipotesis dengan hasil percobaan dan menarik kesimpulan dari percobaan yang telah dilakukan

3.       Afektif
1)      Karakter               : jujur, bertanggung jawab, obyektif
2)      Sosial     : Bekerja sama, bertanya, menyampaikan pendapat dan menanggapi pendapat orang lain.


IV.              Tujuan Pembelajaran
1.       Kognitif
a.       Produk
1)      Diberikan ilustrasi siswa dapat menjelaskan perpindahan kalor secara konduksi, konveksi dan radiasi
2)      Siswa dapat mengidentifikasi perpindahan kalor secara konduksi, konveksi dan radiasi
3)      Siswa dapat menyebutkan dan menjelaskan contoh konduksi, konveksi dan radiasi dalam kehidupan sehari-hari
b.      Proses
1)      Diberikan pemodelan berupa air yang dipanaskan dalam gelas kimia yang dipanaskan, siswa dapat mengidentifikasi perpindahan kalor apa saja yang terjadi sehingga air dalam gelas kimia itu menjadi  panas seluruhnya.

2.       Psikomotor
1)      Diberikan alat dan bahan, siswa dapat mengamati dan menjelaskan peristiwa apa saja yang terjadi pada kegiatan motivasi dan analisis
2)      Diberikan lembar kerja siswa, siswa dapat melakukan percobaan sesuai dengan langkah percobaan yang tertera pada lembar kerja tersebut

3.       Afektif
a.       Karakter
1)      Siswa dapat menuliskan data secara jujur  dan sesuai sesuai hasil percobaan yang dilakukan
2)      Siswa dapat menganalisis data dengan tanpa memanipulasi dan subyektivitas
b.      Sosial
1)      Siswa dapat bekerja sama dan berkoordinasi dengan teman sekelompok dengan baik
2)      Siswa merespon tanggapan yang diberikan oleh kelompok lain


V.                Materi
1.       Perpindahan panas berdasarkan mediumnya dibagi menjadi tiga yaitu secara konduksi, konveksi dan radiasi
2.       Konduksi adalah perpindahan panas melalui suatu zat tanpa disertai perpindahan partikel-partikel dari zat tersebut
3.       Konveksi adalah perpindahan panas melali suatu zat yang disertai dengan perpindahan partikel-partikel zat tersebut
4.       Radiasi adalah perpindahan panas dari permukaan suatu benda dalam bentuk gelombang elektromagnetik
5.       Contoh konduksi dalam kehidupan sehari-hari misalnya saat kita memanaskan besi pada salah satu ujung, ujung lainnya aka merasa panas
6.       Contoh konveksi misalnya pada prose pemanasan ai sehingga air menjadi panas seluruhnya
7.       Contoh radiasi misalnya sampainya panas matahai pada bumi.

VI.              MODEL PEMBELAJARAN
1.       Model                   : deduktif
2.       Metode                               : ceramah, demonstrasi, tanya jawab

VII.           Sumber pembelajaran
1.       Buku siswa
2.       LKS
3.       Lembar evaluasi
4.       RPP

VIII.         Alat dan Bahan
1.       Gelas kimia
2.       Kaki tiga
3.       Kasa
4.       Pembakar spiritus
5.       Air

IX.              Kegiatan Belajar Mengajar
A.      Pendahuluan
1.       Memotivasi siswa dengan dengan menampilkan percobaan sederhana yaitu dengan meminta salah satu siswa untuk mengukur suhu air dalam gelas dan memegang gelas kimia (gelas kimia dalam keadan panas atau dingn) kemudian menuliskan hasilnya pada papan. Setelah itu memanaskan air tersebut dan setelah beberapa lama guru meminta siswa yang lain untuk mengukur suhu air setelah dipanaskan dan mengecek keadaan gelas setelah dipanaskan .
2.       Dari kegiatan tersebut diharapkan akan muncul permasalahan dari siswa berupa, “mengapa setelah dipaskan gelas menjadi panas? Mengapa suhu air berubah setelah dipanaskan?
3.       Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mempelajari tentang perpindahan kalor

B.      Kegiatan Inti
Tahap 1 : abstraksi
1.       Guru memberikan informasi berupa
“ Kalor merupakan energi yang dapat berpindah pada suatu medium karena adanya perbedaan suhu dimana medium perantaranya berupa zat padat, cair dan gas.”
2.       Guru meminta siswa memberikan contoh perpindahan kalor pada masing-masing zat tersebut, misalnya:

·         Gelas kimia menjadi panas saat dipanaskan
·         Suhu air meningkat saat dipanaskan
·         Keadaan di sekitar menjadi panas pula saat pemanasan air berlangsung
·         Saat ujung besi dipanaskan, ujung lainnya menjadi panas
·         Sate menjadi matang saat dibakar
·         Panas matahari terasa sampai ke bumi
Tahap 2 : ilustrasi
1.       Guru  menginformasikan tentang proses perpindahan kalor yang berkaitan dengan gerakan-gerakan molekul dalam zat baik padat, cair maupun gas.
 
Perpindahan kalor dengan cara konduksi disebabkan karena partikelpartikel penyusun ujung zat yang bersentuhan dengan sumber kalor bergetar. Makin besar getarannya, maka energi kinetiknya juga makin besar. Energi kinetik yang besar menyebabkan partikel tersebut bergetar dan menyentuh partikel di dekatnya, demikian seterusnya sampai akhirnya Anda merasakan panas.

 
Perpindahan kalor dengan cara konveksi terjadi karena adanya perbedaan massa jenis . Akibat panas, massa jenis zat akan berkurang dan partikel-artikelnya akan cenderung ke atas. Sebaliknya partikel-partikel yang memiliki massa jenis lebih besar yaitu dengan suhu rendah akan mengalir ke bawah. Demikian selanjutnya hingga air dalam panci berputar terus menerus dan menjadi panas seluruhnya. 


 
Panas matahari terasa hingga ke bumi walaupun jarak antara matahari dan bumi sangatlah jauh dan antara keduanya terpisahkan oleh ruang hampa. Karena panas matahari tersebut merupakan gelombang elektromagnetik sehingga dapat sampai ke bumi walau tanpa zat perantara. Sehingga proses sampainya panas matahari tersebut hingga ke bumi itu disebut radiasi.

2.       Guru bersama – sama siswa menganalisis proses perpindahan kalor tersebut untuk kemudian menemukan konsep:
·         Konduksi adalah merambatnya panas melalui suatu zat tanpa disertai perpindahan partikel-partikel dari zat tersebut
·         Konveksi adalah perpindahan panas melalui suatu zat yang disertai dengan perpindahan partikel-partikel zat tersebut
·         Radiasi adalah perpindahan panas dari permukaan suatu benda dalam bentuk gelombang elektromagnetik
3.       Guru membimbing siswa menganalisis peristiwa yang telah dituliskan tadi dan memintanya untuk menuliskan contoh peristiwa yang lain dan mengelompokkannya mana yang termasuk contoh dan noncontoh
No
Peristiwa
Konduksi
Konveksi
Radiasi
Keterangan
1

2
3


4

5
6

7

8

Gelas kimia menjadi panas saat dipanaskan
Suhu air meningkat saat dipanaskan
Keadaan di sekitar menjadi panas pula saat pemanasan air berlangsung
Saat ujung besi dipanaskan, ujung lainnya menjadi panas
Sate menjadi matang saat dibakar
Panas matahari terasa sampai ke bumi


dst






















Contoh

Comtoh
Contoh


Contoh

Noncontoh
Contoh


4.       Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3-5 orang
5.       Guru membagikan lembar kerja kepada masing-masing kelompok mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perpindahan kalor
6.       Guru membimbing siswa untuk mengikuti petunjuk yang tertera dalam lembar kerja tersebut
7.       Guru meminta siswa untuk mendiskusikan dan analisis terhadap peristiwa-peristiwa dari kegiatan LKS tersebut
8.       Guru meminta masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja dan diskusi mereka
9.       Guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan dari kegiatan tersebut, yaitu:
“Kalor yang merambat pada batang logam setiap detiknya dipengaruhi oleh jenis bahan, luas penampang, panjang logam”
10.   Guru bersama-sama siswa menganalisis kesimpulan yang diperoleh dari percobaan untuk menemukan perumusan yang berlaku pada konduksi, yaitu:
“kalor yang merambat setiap detiknya pada logam batang merupakan perkalian antara konduktivitas bahan, luas permukaan bahan dan perubahan suhu yang terjadi, dibagi dengan panjang bahan yang dialiri kalor.        “                =                              
Tahap 3 : Aplikasi
1.       Guru memberikan contoh soal tentang konduksi:
Sebuah jendela kaca panjangnya 4 meter, tingginya 2,5 meter dan tebalnya 10mm. Suhu permukaan kaca di dalam ruangan 24 C dan di luar ruangan 26 C. Tentukan banyaknya kalor yang mengalir dari luar ruangan menuju dalam ruangan, jika konduktivitas termal kaca 0,8 Jm-1s-1C-1
Diketahui             : p = 4 m                                               T1 = 24 C
                                  d = 10-2 m                                          T2 = 26 C
                                    t = 2,5 m                                           k = 0,8 Jm-1s-1C-1
Ditanya                 : H............?
Jawab                   :
H= 
   = x 2)/0.01
   = 1600 J/s
                                 
C.         Penutup
1.       Guru melakukan refleksi berupa memberikan pertanyaan-pertanyaan secara lisan pada siswa terkait dengan materi yang telah disampaikan
2.       Guru memberikan evaluasi berupa penugasan terkait dengan materi yang telah disampaikan

X.                 Penilaian
1.       Penilaian kogniif
2.       Penilaian psikomotor
3.       Penilaian afektif



2 komentar:

  1. Hmmmmm.....boleh lah jadi referensi buat bikin RPP
    secra keseluruhan sudah mencerminkan RPP karakter
    tapi mungkin bisa ditambahkan untuk eang model pembelajaran lain...hehehhhe....mkchhhhh( jadi inget Bu Sri tercintaaaa)^_^

    BalasHapus
  2. hmmm..calon guru rek,,postingane,,RPP,,bagus2,,
    posting yang bnyak dunk....ben iso di gawe refernsi sesuk nek nek ngajr..

    BalasHapus